
Singaraja — SMK Negeri 2 Singaraja melaksanakan rangkaian kegiatan Karya Ngenteg Linggih, Pecaruan Rsi Gana, dan Piodalan Ageng Saraswati sebagai wujud bhakti dan sraddha kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus menjaga keharmonisan spiritual di lingkungan sekolah. Kegiatan sakral ini berlangsung melalui serangkaian upacara yang dimulai sejak akhir Maret hingga puncaknya pada Saniscara Umanis Watugunung, Sabtu, 4 April 2026 di Padmasana SMKN 2 Singaraja. Rangkaian upacara diawali dengan kegiatan mejauman dan ngulemin Jro Mangku, dilanjutkan dengan mapuning, pemasangan wastra, pemasangan penjor, serta nunas tirta ke berbagai pura di Bali sebagai simbol penyucian dan permohonan restu. Seluruh persiapan melibatkan panitia sekolah, OSIS, guru, pegawai, serta siswa dari berbagai tingkat kelas yang berpartisipasi secara gotong royong. Menjelang puncak karya, dilaksanakan berbagai prosesi penting seperti pembersihan areal sekolah, upacara Mecaru Manca Kelud, Melasti ke segara, hingga mendak tirta kamandalu yang diiringi Tari Rejang Dewa di Pantai Penimbangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penyucian bhuana alit dan bhuana agung sebelum pelaksanaan upacara utama. Pada puncak karya tanggal 4 April 2026, dilaksanakan Upacara Ngenteg Linggih yang dipuput oleh Ida Peranda, dilanjutkan dengan prosesi Mekala Iyas, Ngelinggihang Daksina Linggih di setiap pelinggih, serta pementasan Tari Rejang sebagai tari wali sakral. Selanjutnya digelar Piodalan Ageng Saraswati yang diikuti persembahyangan bersama seluruh warga sekolah, mulai dari siswa kelas X, XI, guru, pegawai, hingga pengempon Padmasana SMKN 2 Singaraja. kegiatan ini tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa dalam menanamkan nilai spiritual, kebersamaan, disiplin, serta pelestarian budaya dan tradisi Hindu Bali di lingkungan pendidikan. Melalui pelaksanaan karya ini, diharapkan seluruh warga sekolah memperoleh kerahayuan, keselamatan, serta tuntunan ilmu pengetahuan sebagaimana makna suci Hari Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan.
